Weighted Product merupakan salah satu dari sekian metode sistem pendukung keputusan (DSS), untuk menggunakan metode sistem pendukung keputusan kita harus memiliki kriteria-kriteria yang akan digunakan dalam penentuan penjurusan, selain itu kita juga harus menentukan tingkat kepentingan dari tiap-tiap kriteria (biasanya disebut bobot).
Untuk lebih jelasnya berikut adalah langkah-langkah menggunakan metode WP (weighted Product) :
- Mengalikan seluruh atribut bagi sebuah alternatif dengan bobot sebagai pangkat positif untuk atribut manfaat dan bobot berfungsi sebagai pangkat negatif pada atribut biaya.
- Hasil perkalian dijumlahkan untuk menghasilkan nilai pada setiap alternatif.
- Mencari nilai alternatif dengan melakukan langkah yang sama seperti langkah satu, hanya saja menggunakan nilai tertinggi untuk setiap atribut tertinggi untuk setiap atribut manfaat dan terendah untuk atribut biaya.
- Membagi nilai V bagi setiap alternatif dengan nilai standar (V(A*)) yang menghasilkan R.
- Ditemukan urutan alternatif terbaik yang akan menjadi keputusan.
Berikut perhitungan manual berdasarkan contoh kasus penentuan jurusan IPA dan IPS dengan menggunakan metode Weighted Product (WP).
Contoh soal :
Tiga siswa yang memilih penjurusan IPA dan IPS, memiliki data sebagai berikut :
Alternatif
|
Rata-rata IPA
|
Rata-rata IPS
|
Minat
|
Psikotest
|
Siswa 1
|
80
|
70
|
IPA
|
68
|
Siswa 2
|
70
|
72
|
IPA
|
90
|
Siswa 3
|
65
|
90
|
IPS
|
50
|
Berdasarkan data siswa diatas dapat dibentuk matriks keputusan X.
- Konversi rata-rata IPA dikonversikan menggunakan persamaan himpunan keanggotaan dengan kurva linear naik.
Konversi Rata IPA :
- u[80] = (80-74)/(100-74) = 0.23
- u[70] = 0
- u[65] = 0.
- Konversi Rata-rata IPS ditentukan dengan bilangan fuzzy sebagai berikut :
Konversi Rata IPS :
- u[70] = 0.5
- u[72] = 0.5
- u[90] = 1.
- Konversi kriteria bakat ditentukan dengan bilangan binary sebagai berikut : IPA = 1 dan IPS =0.
Konversi minat siswa :
- u[IPA] = 1
- u[IPS] = 0.
- Konversi test psikotest dikonversikan menggunakan persamaan himpunan keanggotaan dengan kurva linear naik.
Konversi Psikotest:
- u[68] = 68 / 100 = 0.68
- u[90] = 90/100 = 0.9
- u[50] = 50/100 = 0.5
Dari hasil konversi diatas, didapat tabel konversi matrik X :
Alternatif
|
Rata-rata IPA
|
Rata-rata IPS
|
Minat
|
Psikotest
|
Siswa 1
|
0.23
|
0.5
|
1
|
0.68
|
Siswa 2
|
0
|
0.5
|
1
|
0.90
|
Siswa 3
|
0
|
1
|
0
|
0.50
|
Pengambilan keputusan memberikan bobot berdasarkan tingkat kepentingan masing-masing kriteria yang dibutuhkan sebagai berikut :
Vektor Bobot : W = [4, 1, 5, 3]
Langkah selanjutnya adalah perbaikan bobot berdasarkan persamaan :
W j = Wj/∑Wj
W1 = 4 /( 4+1+5+3) = 0.307692
W2 = 1/(4+1+5+3) = 0.076923
W3 = 5 /( 4+1+5+3) =1.666667
W4 = 3/(4+1+5+3) = 0.230769 sehingga diperoleh W baru
Wbaru = [0.307692 0.076923 1.666667 0.230769]
Kemudian menghitung vector S dengan persamaan
S1 = (0.23 0.307692 ) *( 0.5 -0.076923)*( 11.666667)*( 0.680.230769 ) = 0.614
S2 = (0 0.307692)*( 0.5 -0.076923)*( 11.666667)*( 0.90 0.230769 ) = 0
S3 = (0 0.307692)*( 1 -0.076923)*( 0 1.666667)*( 0.5 0.230769 ) = 0
Langkah terakhir adalah menentukan nilai vector V yang akan digunakan untuk perangkingan, dapat dihitung berdasarkan persamaan .
V1 = 0.614 / (0.614 + 0 + 0) = 1
V2 = 0 / (0.614 + 0 + 0) = 0
V3 = 0 / (0.614 + 0 + 0) = 0
Keterangan :
- V1 dan S1 untuk Siswa 1.
- V2 dan S2 untuk Siswa 2..
- V3 dan S3 untuk Siswa 3.
Berdasarkan hasil V diatas dapat ditentukan V1 termasuk siswa yang masuk dalam penjurusan IPA, sedangkan V2 dan V3 dapat digolongkan kedalam jurusan IPS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar